Gresik, 5 Agustus 2025 – SMK Assa’adah Bungah menggelar kegiatan Pelatihan Kesadaran Lingkungan bertema “Pelatihan Kesadaran Lingkungan Melalui Pemanfaatan Biopori dan Komposter bagi Jenjang SMK” pada Selasa (5/8). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa jurusan Teknik Pemesinan dan bertujuan menumbuhkan karakter peduli lingkungan sekaligus memberikan keterampilan dalam mengolah sampah organik menjadi sumber daya yang bermanfaat.

Kegiatan dibuka oleh Kepala SMK Assa’adah Bungah, Dra. Hj. Aminatul Habibah, yang menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dalam sambutannya beliau menyampaikan, “Sampah bukan hanya masalah, tetapi juga peluang. Melalui biopori dan komposter, siswa dapat mengubah limbah organik menjadi pupuk yang bermanfaat.” Beliau juga berharap para siswa mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar hasilnya dapat diterapkan secara mandiri di kemudian hari.

Pelatihan dibagi menjadi dua sesi utama. Sesi pertama membahas pembuatan lubang resapan biopori, yang bermanfaat untuk memperbaiki struktur tanah, mencegah genangan air, dan mengubah sampah organik menjadi kompos alami. Materi ini disampaikan secara langsung oleh Purwanto, S.T., M.T., dosen dari Universitas Muhammadiyah Gresik, melalui demonstrasi dan penjelasan interaktif yang mudah dipahami oleh siswa. Dalam sesi ini, peserta diajarkan teknik pembuatan lubang biopori, ukuran yang ideal, serta cara pengisian dengan sampah organik rumah tangga.

Sesi kedua berfokus pada pembuatan komposter sederhana dengan panduan video dan praktik langsung. Siswa mempelajari cara memilih bahan organik, menjaga kelembapan, serta memastikan sirkulasi udara agar proses pengomposan berjalan optimal. Melalui pelatihan ini, diharapkan siswa dapat menerapkan teknik tersebut baik di lingkungan rumah maupun sekolah.

Selain praktik, peserta juga mendapatkan materi tambahan tentang kesadaran lingkungan, mencakup dampak penumpukan sampah terhadap kesehatan dan ekosistem serta langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan untuk menguranginya. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama antara Universitas Muhammadiyah Gresik dan SMK Assa’adah Bungah.

Salah satu peserta, Wawan, mengungkapkan antusiasmenya setelah mengikuti kegiatan ini. “Ternyata membuat biopori dan kompos itu mudah, dan hasilnya bisa langsung bermanfaat untuk tanaman. Saya akan coba di rumah,” ujarnya dengan semangat.

Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi ramah lingkungan, tetapi juga agen perubahan di masyarakat. Kepala sekolah juga menegaskan bahwa kegiatan edukatif semacam ini akan terus dilakukan secara berkala agar kesadaran lingkungan semakin tertanam kuat di kalangan pelajar.

Leave a Reply